Memuat...

Selasa, 29 Mei 2012

JENDELA


Ini pemandangan dari dalam workshop. Halaman, rerumputan dan Rumah tua. Entah, saya juga kurang tahu persis sudah berapa lama rumah ini dibangun, pastinya sudah cukup lama. Yang terlihat dari gambar di atas hanya satu rumah saja apabila dilihat dari jendela workshop kami. Sebenarnya ini berupa sebuah komplek perumahan dari PT Aneka Tambang untuk para karyawannya. Di komplek ini berderet peninggalan rumah-rumah Antam yang masih belum dirobohkan. Setelah Antam menjadi Pasca Tambang, banyak perumahan untuk karyawan yang sudah menjadi puing-puing karena dirobohkan dan lahannya diserahkan ke pemerintah daerah setempat.

Senin, 12 Maret 2012

Bayangan



Seperti kabut yang tak sudah-sudah, bermacam pemandangan terlihat kabus, mata memaksa untuk tetap terjaga, banyak hal yang penting takut terlewati dari pandang. Ah, seakan tak ada lagi yang memikat kini. Semua kurang jelas.

Waktu berjalan semestinya menuju sesuatu. Ke arah yang akan menjanjikan atau sebaliknya. Pasti ada kisah baru, lewat sebuah cerita, lewat sebuah perantara.

Menyadari pentingnya sebuah arti dari renteran kelam yang menyerupai bayangan, bayangan yang mengikuti ke mana kita pergi, bayangan lampau yang seolah tersimpul mati, sehingga untuk membukanya ada suatu kewajiban memutus ikatan yang bersimpul ketat itu.

Ah, hanya bayangan. Bukankah ia tak selalu mengikuti. Dalam gelap ia tak kan ada.

Matikan saja lampu. Hidupkan cahaya Hatimu.


Selasa, 31 Januari 2012

Menjelang Senja

Senin, 30 Januari 2012

Jurnalisme Sastrawi

Jurnalisme. Sastra. Satu berada di ranah fakta. Satu lagi di ranah fiksi. Jurnalisme sastrawi, sebuah konsep yang kontrakdiktif: fiksi atau fakta?

Ia seratus persen jurnalisme. Hanya saja ditulis dengan gaya sastra. Ia juga seratus persen fakta, bukan fiksi.
Jurnalisme sastrawi merupakan sebuah metode penulisan dalam jurnalistik di samping metode penulisan yang sudah ada. Pada teknik penulisan dalam jurnalistik lama, umpamanya, dikenal beberapa jenis artikel seperti berita lurus dan karangan khas.

Jumat, 30 Desember 2011

Akhir Tahun


Memaknai hari-hari yang lewat menjadi suatu perenungan seperti kembali melihat banyak celah dan salah, tak jarang beberapa kejadian membuat ingatan menjadi campur baur atau kabur. 

Kendatipun demikian, kehidupan adalah pemenangnya dan kita adalah sang pecundangnya. Hasil yang tak memuaskan dan berbagai kekecewaan melintas kembali sebagai pilar yang menghadang, menjadikan keinginan terhambat kembali, atau dendam untuk membalas semua kesalahan dan kekecewaan menjadi sebuah bentuk kepuasan atau kemenangan.

Di masa lalu adalah hal yang pantas untuk diceritakan, di masa depan adalah hal yang memang harus dirancangkan.

Resolusi bukan solusi, tapi bukan juga sesuatu hal yang mesti dihindari. Anggaplah sebagai sebuah pondasi untuk sebuah keinginan yang akan kita jadikan dalam bentuk real

Bila resolusi adalah ketetapan hati, barangkali bisa kita jadikan ia sebagai kebulatan tekad untuk mengambil sebuah sikap di masa mendatang.

"Ya, Allah, ajarlah kami untuk menerima takdir, tetapi tidak berpuas diri menghadapi hal-hal yang dapat diubah."


Rabu, 21 Desember 2011

HARMONI ANAK NEGERI 6



Acara tahunan Komunitas Satu Senar “Harmoni Anak Negeri” akhirnya terrealisasi pada tanggl 17 – 18 Desember 2011. Ini adalah Harmoni Anak Negeri yang ke 6. Dilaksanakan di monument Relief Antam Kijang. Setelah sempat tertunda beberapa bulan, akhirnya kami menetapkan pada tanggal 17-18 desember 2011 hari sabtu dan minggu kegiatan musik ini kami selenggarakan.

Minggu, 04 Desember 2011

04/12/1983 - 04/12/2011 Hari Minggu


Apakah yang dihitung dari perjalanan? Sudah pasti jarak yang ditempuh. Sejauh apapun melangkah hingga berhenti pada suatu titik, nilai yang tertera dari perjalanan itu berupa seonggok kisah cerita dan pengalaman hidup. Memaknai semua yang terjadi dari hal terbesar hingga yang terkecil sekalipun akan terasa mengesankan. Bukankah seribu kilometer perjalanan dimulai dengan satu langkah kecil?

Jumat, 02 Desember 2011

Cerpen : "Guru" Karya Putu Wijaya



Anak saya bercita-cita menjadi guru. Tentu saja saya dan istri saya jadi shok. Kami berdua tahu, macam apa masa depan seorang guru. Karena itu, sebelum terlalu jauh, kami cepat-cepat ngajak dia ngomong.


"Kami dengar selentingan, kamu mau jadi guru, Taksu? Betul?!" Taksu mengangguk.


"Betul Pak." Kami kaget.

"Gila, masak kamu mau jadi g-u-r-u?"


"Ya."

Selasa, 15 November 2011

Membuka pikiran secara luas dan menyiasatinya secara sederhana.



Ada sebuah pernyataan yaitu Think Globally, Act Locally yang memang memiliki makna mendalam artinya. Kata-kata itu bisa memicu seseorang untuk terus berkarya dan melakukan hal-hal yang mesti ia lakukan. Dalam konsep sederhana, arti dari Think globally, Act Locally dapat diartikan dengan membuka pikiran secara luas dan menyiasatinya secara sederhana.

Kamis, 10 November 2011

Cari Sendiri Pahlawanmu


Waktu ditanya siapa Pahlawanmu? Dengan lugas dan cepat Aldi pasti bilang Spiderman. Kalau Lukas lain lagi, ia fans berat Naruto, setiap hari Lukas akan nongkrongin acara kartun Jepang itu di depan TV. Beda dengan Aldi dan Lukas yang punya pahlawan jago berkelahi, Elvi menjunjung tinggi Upin-Ipin sebagai Pahlawan. Lho kok Animasi semua dan luar negeri semua, ya?